Ketimpangan Tenaga Pendidik
Di sisi lain, peningkatan jumlah sekolah belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga pendidik yang merata. Pada 2024, jumlah guru SMA di Maluku Utara tercatat sebanyak 4.037 orang, meningkat 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, distribusi guru menunjukkan ketimpangan. Tenaga pendidik di SMA Negeri mengalami peningkatan signifikan sebesar 7,7 persen, sementara di SMA Swasta justru menurun drastis hingga 20,6 persen.
Kondisi ini menandakan adanya disparitas dalam pemenuhan kebutuhan guru, khususnya di sekolah swasta yang berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran.
Partisipasi Siswa Menurun
Ironisnya, di tengah pertumbuhan jumlah sekolah dan penduduk usia sekolah, Angka Partisipasi Murni (APM) SMA pada 2025 justru mengalami penurunan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam memastikan akses pendidikan menengah tetap terjangkau dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada penambahan infrastruktur, tetapi juga perlu diimbangi dengan pemerataan tenaga pendidik serta peningkatan partisipasi siswa secara berkelanjutan.
(red/katadata)











