Jumlah SMA di Malut Bertambah, Ketimpangan Guru dan Partisipasi Siswa Jadi Sorotan

oleh -201 views
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren peningkatan jumlah sekolah menengah atas (SMA) di Provinsi Maluku Utara dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, muncul persoalan ketimpangan tenaga pendidik serta penurunan partisipasi siswa yang menjadi perhatian serius. Foto: Ilustrasi/AI

Ketimpangan Tenaga Pendidik

Di sisi lain, peningkatan jumlah sekolah belum sepenuhnya diimbangi dengan ketersediaan tenaga pendidik yang merata. Pada 2024, jumlah guru SMA di Maluku Utara tercatat sebanyak 4.037 orang, meningkat 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, distribusi guru menunjukkan ketimpangan. Tenaga pendidik di SMA Negeri mengalami peningkatan signifikan sebesar 7,7 persen, sementara di SMA Swasta justru menurun drastis hingga 20,6 persen.

Kondisi ini menandakan adanya disparitas dalam pemenuhan kebutuhan guru, khususnya di sekolah swasta yang berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran.

Partisipasi Siswa Menurun

Ironisnya, di tengah pertumbuhan jumlah sekolah dan penduduk usia sekolah, Angka Partisipasi Murni (APM) SMA pada 2025 justru mengalami penurunan sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah, terutama dalam memastikan akses pendidikan menengah tetap terjangkau dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga  Kuasa Hukum RMD Desak Penyidik Segera Beri Kepastian Hukum Usai Terbitnya P-20

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor pendidikan tidak hanya berfokus pada penambahan infrastruktur, tetapi juga perlu diimbangi dengan pemerataan tenaga pendidik serta peningkatan partisipasi siswa secara berkelanjutan.

(red/katadata)

No More Posts Available.

No more pages to load.