Porostimur.com, New York – Ratusan ribu hingga jutaan warga Palestina terancam tak lagi memperoleh bantuan layanan dasar dan dukungan sosial dari dua lembaga PBB, yakni Program Pangan Dunia (WFP) dan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Hal itu karena krisis pendanaan yang dihadapi kedua lembaga terkait.
“Tanpa pendanaan baru, WFP akan menangguhkan bantuan tunai untuk sekitar 200 ribu warga Palestina pekan depan,” ujar Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland saat berbicara di Dewan Keamanan PBB, Rabu (24/5/2023), dikutip Anadolu Agency.
Wennesland mengungkapkan, UNRWA menghadapi situasi serupa seperti WFP. Dia menyebut UNRWA tidak akan memiliki sumber daya untuk memberikan layanan inti kepada para pengungsi Palestina pada September mendatang.
Dia memperingatkan bahaya penurunan dukungan donor dan mendesak masyarakat internasional mencari cara untuk meningkatkan dukungan kepada Palestina. “Kita akan menghadapi tantangan kemanusiaan dan mungkin sekali keamanan, yang serius. Tak ada waktu luang,” ujar Wennesland.
Awal bulan ini WFP telah mengumumkan akan menangguhkan bantuan makanan untuk lebih dari 200 ribu warga Palestina mulai Juni mendatang. “Mengingat kekurangan dana yang parah, WFP terpaksa membuat pilihan yang menyakitkan untuk memperluas sumber daya yang terbatas. WFP harus mulai menangguhkan bantuan kepada lebih dari 200 ribu orang, yang merupakan 60 persen dari beban kasus saat ini, mulai Juni,” kata Direktur WFP untuk Palestina Samer Abdeljaber, 7 Mei 2023 lalu.











