“KAHMI, Kekuatan Etik, dari Batam Menuju Manado” (Menapaki Jalan Terjal Keindonesiaan yang Bermartabat)

oleh -4 Dilihat

Oleh: Syaiful Bahri Ruray, mantan Ketua Umum HMI Cabang Manado
 
TARIKAN sebuah perhelatan berskala nasional, seperti Munas XI KAHMI, memang patut diberi substansiasi yang elegan, etis dan mampu memberikan kontribusi bagi keindonesiaan dan keumatan sekaligus. Forum ini, jangan di down-grade lagi, seperti kita tak pernah belajar dari kearifan sejarah, atas apa yang terjadi pada Munas X lalu di Medan. Yang mana menyisakan cacat etika yang fatal, karena ulah personal yang mengatasnamakan KAHMI, telah merusak susu sebelanga. Historia magistra vitae, ungkap Heredotus, bapak ilmu sejarah: bahwa sejarah adalah guru sang kehidupan.

Bahkan adagium Perancis lama menyebutkan, l’histoire se repete, sejarah sering berulang ( history repete itself). Jika kita bermemori pendek dan ahistoris. Celakanya wartawan senior Alm. Rosihan Anwar menyebutkan bahwa bangsa Indonesia, adalah bangsa ahistoris, karena bermemori pendek, yang sering mengidap amnesia sejarah.

Dengan belajar dari masa lalu ini, Insha Allah Munas Kahmi XI akan memberikan kontribusi terbaiknya, sebagai kelompok cendikiawan anak bangsa, bagi kemaslahatan Indonesia masa depan. Hal ini menjadi penting untuk digaris bawahi, mengingat situasi bangsa Indonesia, situasi dunia baik regional maupun global, bukan lagi biasa- biasa saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.