Kamu, Hujan dan Kenangan

oleh -396 views

Bohong, semua itu bohong. Aku memang suka padanya, pengirim surat itu juga aku. Surat yang aku tulis dengan penuh hati-hati agar tidak ada yang mengenali tulisannya, yang kutaruh di mejamu tiap pagi saat belum ada yang tiba, surat yang aku buat agar kamu tersenyum setiap harinya. Bermula dari Hari Valentine tahun lalu, aku memberikan cokelat dan surat pertamaku. Tak terasa, satu tahun berlalu dan aku masih mengirimkan surat padamu tanpa kamu tahu.

“Kalau bukan kamu terus siapa?”
“Ya orang yang suka kamu” Jawabku malu-malu.
Kami berdua terdiam, hanya beberapa saat sampai dia membuka mulutnya

“Itu kamu waktu umur berapa?” Tangannya tiba-tiba menunjuk ke layar ponselku.
“Enam kayaknya, emang kenapa?” Tanyaku keheranan.
“Aku jadi teringat seseorang” Ujarnya membuatku penasaran.
“Hah, Siapa?. Adikmu?”
“Bukan, Orang yang aku suka waktu kecil”
“Sampai sekarang masih suka?”, Tanyaku hati-hati.
“Masih, tapi dia seperti tidak ingat aku” Ucapnya murung.

Baca Juga  Fans Brasil Kepulauan Kei Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di Cafe Koniciwa Tual

Hatiku terasa nyeri, ternyata dia menyukai orang lain sejak lama. Aku hanya berharap pada sesuatu yang tidak pasti, Sekeras apapun aku berjuang hatinya bukan untukku. Namun, perasaan ini terlalu dalam untuk aku hapuskan. Hujan sore itu seakan membasahi hatiku yang hancur.

No More Posts Available.

No more pages to load.