Mereka juga meminta Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mendorong pemerintah Israel agar mengakui insiden tersebut sebagai kejahatan kebencian.
Serangan terhadap Umat Kristen Kian Disorot
Serangan terhadap Biara Saint James bukan peristiwa tunggal.
Para pemimpin komunitas Kristen di Yerusalem mengatakan penghinaan dan kekerasan terhadap pendeta serta peziarah telah terjadi berulang kali. Mereka menyebut sejumlah umat Kristen diludahi, dicaci, bahkan diserang oleh kelompok Yahudi ultra-Ortodoks maupun nasionalis radikal.
Gereja, biara dan properti milik komunitas Kristen juga dilaporkan menjadi sasaran vandalisme.
The Wall Street Journal, dalam laporan yang terbit pada Minggu, mengungkap adanya kelompok Yahudi muda religius yang secara terbuka menggambarkan penghinaan terhadap umat Kristen sebagai bagian dari kewajiban agama.
Laporan itu mendokumentasikan sedikitnya selusin insiden peludahan di sekitar gereja Armenia dalam sebuah pawai nasionalis pada Mei lalu.
Kasus lainnya terjadi pada April, ketika seorang ekstremis Yahudi dilaporkan mendorong seorang biarawati asal Prancis hingga terjatuh di Gunung Sion. Insiden tersebut menyebabkan biarawati itu mengalami cedera kepala.
Situasi tersebut bahkan membuat sejumlah biarawati mengaku takut berjalan seorang diri di Yerusalem. Mereka kini dilaporkan mendapat pengawalan sukarelawan setiap hari.









