Washington terus berupaya melumpuhkan kemampuan militer Iran di sekitar selat melalui serangan terhadap instalasi pesisir, sistem radar, serta aset maritim. Sebaliknya, Teheran mempertahankan tekanan dengan serangan terhadap jalur pelayaran dan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan.
Konflik yang semakin meluas juga berdampak pada negara-negara sekutu Amerika. Kuwait dilaporkan mencegat drone Iran, sementara Bahrain sempat mengaktifkan sirene serangan udara sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan.
Di sisi lain, warga sipil menjadi pihak yang paling merasakan dampak perang. Pemerintah Iran mengklaim sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka akibat serangan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah infrastruktur vital seperti jaringan listrik, jembatan, hingga fasilitas desalinasi air dilaporkan mengalami kerusakan yang menyebabkan terganggunya pasokan air bersih di beberapa wilayah selatan Iran.
Sementara itu, peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi semakin mengecil. Kesepakatan sementara yang sempat diupayakan untuk menghentikan pertempuran dilaporkan gagal dipertahankan. Teheran menyatakan menghentikan komitmennya terhadap proses tersebut dan memperingatkan bahwa setiap aksi militer lanjutan dari Washington akan dibalas dengan kekuatan yang lebih besar.









