Kemenangan Maroko dan Memori Perang Tiga Raja – Runtuhnya Imperium Portugal di Tangan Muslim Maroko

oleh -1,396 views

Surat ini membuat marah Sebastian namun berhasil membuatnya memutuskan untuk menunggu, meskipun penasihat dan komandan perangnya meminta untuk tetap segera melakukan pendudukan. Strategi Abdul Malik berhasil.

Bertemulah 125.000 pasukan Portugis dan 40.000 pasukan muslimin di sebuah daerah bernama Istana Besar (Ksar al-Kabir), kurang lebih 100 Km di sebelah selatan Tangier dan 20 Km jauhnya dari pantai. Kecerdasan taktik Abdul Malik berhasil memancing dan mengisolasi pasukan Sebastian dari pasukan artileri armada kapalnya di pantai.

Pasukan kavaleri juga dikirimkan untuk menghancurkan jembatan di belakang Sebastian sehingga memutus jalur bantuan dan pelarian musuh. Abdul Malik mengatur meriam artileri di bagian depan kemudian pasukan infantri dan pemanah di tengah memanjang serta kavaleri kudanya di sayap kanan dan kiri.

Baca Juga  Iran Sindir Rencana Trump Kenakan Tarif Selat Hormuz: "Kami Penjaganya, Bukan AS"

Sebenarnya Abdul Malik dalam kondisi menderita sakit, namun semangat jihadnya yang menggelora membuatnya tegar. “Sejak kapan seseorang yang sakit mendapat pengecualian dalam jihad di jalan Allah?” Jawabnya ketika diminta untuk tidak terjun di medan perang.

Senin Tanggal 30 Jumadil Akhir 986 H atau 4 Agustus 1578 M menjadi hari bersejarah, baik bagi Portugis maupun Maroko dan khususnya dunia Islam. Pagi itu Sultan Abdul Malik berdiri di depan pasukannya menyampaikan khutbah jihad menjelang perang.

No More Posts Available.

No more pages to load.