
Paska perang Istana Besar ini, naiklah Ahmad al-Manshur sebagai Sultan di Maroko. Kabar kemenangan segera tersebar di seluruh negeri Masroko dan disambut dengan suka cita. Wibawa umat muslim di Maroko kian meningkat sehingga datanglah utusan-utusan dari berbagai negeri Eropa mengirimkan hadiah dan menjalin hubungan dagang.
Di sisi lain, Portugis mengalami masa-masa kegelapan, di mana imperiumnya di belahan dunia runtuh dan dicaplok negara-negara Eropa lainnya, hanya tersisa Timor Leste pada abad ke-20. Kerajaan Portugis sendiri dikuasai dan berada dalam genggaman Spanyol berabad-abad lamanya.
Demikian sekelumit sejarah Perang Tiga Raja dimenangkan oleh pasukan muslim Maroko. Akankah kemenangan serupa diraih Maroko saat bertemu Portugal di babak 8 besar Piala Dunia 2022 malam ini? Yuk kita tunggu saja hasilnya nanti. Wallahu A’lam!
Sumber:
1. Bangkit dan Runtuhnya Khilafah Ustmaniyyah oleh Ali Muhammad As Shalabi
2. Battle of Three Kings wikipedia.org
3. Hidayatullah.com
(red/sindonews)









