Keppres Nomor 2 Tahun 2022 dan Amnesia Sejarah

oleh -2 Dilihat

Kolonel Van Langen mengatakan bahwa penduduk setempat terus bekerja di ladang mereka selama penarikan pasukan Belanda dilakukan, dan aktivitas di pasar berjalan normal. Pasukan Republik yang masuk ke Wonosari dikomandoi oleh Letnan Kolonel Soeharto.

Bandara Maguwo yang direbut oleh Belanda pada bulan Desember akan diserahkan ke pihak Republik pada 28 Juni, sedangkan evakuasi pasukan Belanda dari Yogya sendiri akan menyusul sehari kemudian.

Kolonel Van Langen mengumumkan bahwa yang terakhir dari 4.500 tentara Belanda akan meninggalkan kota itu pada tanggal 29 Juni antara pukul empat dan lima sore. Dia mengatakan pasukan Belanda akan ditarik ke barat dan timur laut kota.

Saat ditanya tentang suasana hati tentara Belanda yang telah meninggalkan Wonosari, Kolonel Van Langen mengaku tertekan.

Dikabarkan pula bahwa dua orang Indonesia tewas di pusat kota Yogyakarta sehari sebelumnya, salah seorang di antaranya tewas dalam bentrokan bersenjata antara patroli Belanda dan kelompok bersenjata.

Baca Juga  Dua Titik Karhutla Terjadi di Langgur, Pemkab Malra Kerahkan Tim Gabungan

Bekerja sama dengan Kepala Polisi Sumarto, Letkol Suharto terus memulihkan kententraman kota Yogyakarta. Brimob disiapkan dengan jumlah anggota yang diperluas menjadi 300 orang, yang anggotanya direkrut dari pasukan gerilya yang sudah dilatih. Mereka tetap berada di bawah komando TNI. Sultan memiliki kewenangan untuk merekrut sampai 2.400 polisi negara. Dalam beberapa minggu ke depan, pemerintahan akan diserahkan ke otoritas sipil. Demikian laporan ‘De Nieuwe courant’ yang berbasis di Surabaya dalam edisinya tgl. 6 Juli 1949 (Rabu) di bawah kolom: “Handhaving rust en orde’ (Menjaga ketentraman dan ketertiban).

No More Posts Available.

No more pages to load.