Keppres Nomor 2 Tahun 2022 dan Amnesia Sejarah

oleh -634 views

Dalam kesempatan ini, saya “postingkan” beberapa guntingan koran berbahasa Belanda yang terbit pada bulan Maret 1949 dan bulan-bulan sesudahnya, sampai Presiden Soekarno kembali ke Yogya dari tempat beliau diasingkan oleh Belanda di Prapat/Bangka pada 5 Juli 1949.

Koran-koran berbahasa Belanda ini merujuk kepada kantor berita Aneta dan juga koran-koran vernakular berbahasa Indonesia yang terbit pada waktu itu, seperti NasionalKedaulatan Rakjat, MataramSoerja TjandraPedoman, dan lain-lain. Banyak lagi guntingan koran yang memberitakan Serangan Umum 1 Maret ini 1949 ini, dan situasi selepas serangan itu, yang tidak mungkin saya postingkan semuanya di sini. Namun, secara umum situasi yang digambarkan oleh media kurang lebih sebagai berikut.

Baca Juga  Polda Maluku Dalami Peran 13 Anggota Polisi dalam Kasus Narkotika

Tanggal 3 Maret, dua hari setelah serangan, beberapa media melaporkan apa yang mereka sebut sebagai “serangan kaum ekstrimis terhadap Djogja”.

“Pukul 6 pagi tanggal hari Senin 1 Maret 1949, kelompok ekstrimis yang sangat kuat di berbagai tempat di Yogya melancarkan serangan”, demikian laporan koran ‘Provinciale Drentsche en Asser courant’ (Assen) Kamis 03-03-1949, misalnya. Dikatakan bahwa menurut seorang koresponden khusus mereka dari Aneta Yogya yang mewawancarai Kolonel Van Langen, komandan tentara Belanda di Yogyakarta, para ‘ekstrimis’ ini , menurut sang Kolonel, memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang langgeng.

No More Posts Available.

No more pages to load.