Fenomena yang sama dapat ditemukan pada sejumlah kebijakan lain, mulai dari penataan kawasan hutan hingga restrukturisasi sektor sumber daya alam.
Dari sudut pandang investor, masalah terbesar bukanlah apakah sebuah kebijakan pro-pasar atau tidak. Investor dapat menyesuaikan diri dengan hampir semua model kebijakan. Yang paling mereka khawatirkan adalah ketidakpastian.
Ketika kebijakan lahir secara mendadak, berubah-ubah, atau tidak memiliki proses konsultasi yang jelas, biaya ketidakpastian meningkat. Itulah sebabnya Bloomberg menggunakan istilah erratic untuk menggambarkan sebagian proses pengambilan kebijakan yang mereka amati.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah munculnya kesan bahwa semakin sedikit orang yang berani menyampaikan pandangan berbeda kepada presiden.
Dalam sejarah politik modern, banyak pemimpin besar justru jatuh bukan karena kekurangan loyalis, melainkan karena kekurangan orang yang berani mengatakan bahwa mereka salah.
Kekuasaan memiliki kecenderungan alami untuk menciptakan ruang gema (echo chamber), yaitu situasi ketika seorang pemimpin hanya mendengar apa yang ingin ia dengar. Semakin kuat kekuasaan itu, semakin besar pula risiko ruang gema tersebut terbentuk.
Padahal negara yang sehat membutuhkan mekanisme koreksi. Kritik bukan ancaman terhadap pemerintahan. Kritik adalah bagian dari sistem peringatan dini agar kesalahan tidak berkembang menjadi krisis.










