Yang pertama dengan Al-Fakih bin Al-Mughirah Al-Makhzumi, seorang pemuda Quraisy yang terpandang. Namun karena suaminya memiliki perangai tidak baik, Hindun bercerai dengannya. Dari pernikahan ini Hindun mendapat seorang putra bernama Aban. Setelah itu Hindun menikah dengan Abu Sufyan bin Harb dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Mu’awiyah dan ‘Utbah. Pada masa inilah Islam mengalami kejayaan di jazirah Arab.
Namun sayangnya, Hindun dan suaminya tidak mau menerima kebenaran Islam dan menolak masuk Islam. Bahkan, dia bersama suaminya membuat makar jahat untuk menghancurkan Islam hingga ke akar-akarnya.
Kisah Hindun, puncaknya terjadi saat perang Badar . Dalam peristiwa itu, pasukan Quraisy kalah telak. Allah Ta’ala memberi pertolongan kepada kaum muslimin dengan menurunkan para malaikat yang ikut bertempur untuk membantu mereka.
Dalam perang ini ’Utbah, Syaibah dan Al-Walid bin ‘Utbah yang merupakan ayah, paman, dan saudara kandungnya, tewas di tangan Hamzah, paman Nabi SAW. Setelah kejadian itu, tak ada yang dipikirkan Hindun kecuali membalas dendam.
Momen pembalasan dendam itu pun datang. Pasukan Quraisy sebanyak 3.000 orang dengan panglima tertinggi Abu Sufyan bin Harb bertolak ke Uhud. Seorang budak bernama Wahsyi dipersiapkan khusus untuk membunuh Hamzah. Wahsyi sangat ahli dalam melempar tombak. Sebagai imbalan, Wahsyi akan dimerdekakan dari statusnya sebagai budak jika berhasil membunuh Hamzah. Selain itu, juga akan diberi perhiasan-perhiasan mahal.










