Wahab bin Munabbih, “Tidak ada seorang pun yang mendengarkan kemerduan suaranya Daud, melainkan ia akan berjalan dengan sebelah kakinya seperti sedang berdansa. Nabi Daud AS juga membaca Kitab Zabur dengan suara merdunya yang belum pernah terdengar oleh seorang pun seperti kemerduan suaranya, sehingga manusia dan segala jenis hewan rela berhenti untuk mendengarkan kemerduan suaranya, sampai-sampai sebagian hewan itu mati kelaparan.”
Abu Uwanah al-Isfaraini berkata, dari Ja’ far, dari Malik, ia berkata: “Ketika Daud membaca Kitab Zabur maka para gadis mendadak berhenti untuk mendengarkannya’.”
Abdurrazaq meriwayatkan dari Ibnu Juraij, “Aku pernah bertanya kepada Atha’ tentang membaca Kitab Suci dengan dilagukan. Lalu, ia (Atha’) menjawab: Hal itu tidak mengapa. Aku pernah mendengar Ubaid bin Umar berkata: ‘Dulu, Daud pernah mengambil rebana dan menabuhnya. Lalu beliau membaca Kitab Suci. Beliau mengulang-ulang suaranya. Beliau sengaja melakukan hal itu agar beliau bisa menangis. Begitu juga yang mendengarkannya’.”
Dari Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah pernah mendengar suara Abu Musa al-Asy’ari ketika ia sedang membaca Al-Qur’an. Kemudian beliau bersabda: ‘Abu Musa al-Asy’ari dianugerahi keindahan suara dari seruling kepunyaan Daud’.” (HR. Ahmad)









