“Aku datang ke masjid nyaris berlari. Akibatnya, napasku tersengal-sengal dan kemudian kuucapkan kata-kata tadi,” lanjutnya.
Dengan wajah berbinar, Nabi Muhammad SAW menyampaikan kabar baik terhadap pemuda itu, “Sungguh, aku melihat dua belas malaikat berebut untuk menyampaikan kata-kata itu kepada Allah SWT,”
Malaikat tersebut mencatat ucapan sang pemuda sebagai amal kebaikan. Melalui riwayat Bukhari dari Rifa’ah turut diceritakan hal serupa. Suatu hari para sahabat mendirikan salat berjamaah bersama Rasulullah SAW.
Ketika bangun dari rukuk, beliau mengucapkan, “Sami’alahuliman hamidahu (Allah mendengar orang yang memuji-Nya).”
Tiba-tiba, seorang sahabat berucap, “Rabbana lakaal-hamdu hamdan katsiran thayyiban mubarakan fih (Wahai Tuhan kami, segala puji bagi-Mu dengan puji tak terhingga, yang baik, dan penuh berkah).”
Usai salat, Rasulullah SAW menghadap kepada jamaah dan bertanya, “Siapakah orang yang tadi mengucapkan sesuatu ketika aku bangun dari rukuk?”
“Aku, wahai Rasulullah,” jawab sahabat itu.
Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, aku melihat lebih dari tiga puluh malaikat berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama menuliskan kata-kata itu.”
Wallahu a’lam.
sumber: detikhikmah









