Dalam perjalanan, para sahabat mengumandangkan takbir dan tahlil dengan suara keras. Rasulullah kemudian mengingatkan mereka agar merendahkan suara seraya bersabda:
“Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Zat yang tuli dan jauh. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Dekat.”
Hadits ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
Kedatangan yang Mengejutkan Penduduk Khaibar
Merujuk buku Sirah Nabawiyah-Ibnu Hisyam karya Ibnu Hisyam, pasukan muslim tiba di Khaibar sebelum waktu Subuh. Penduduk Yahudi sama sekali tidak mengetahui kedatangan mereka.
Ketika pagi hari tiba dan para penduduk hendak keluar menuju ladang, mereka dikejutkan oleh keberadaan pasukan kaum Muslimin. Dalam suasana panik mereka segera kembali ke dalam benteng.
Saat itu Rasulullah SAW bersabda:
“Allahu Akbar, binasalah Khaibar. Sesungguhnya jika kami datang di tempat musuh maka hancurlah kaum tersebut.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)
Karena benteng-benteng Khaibar sangat sulit ditaklukkan, Rasulullah SAW kemudian menyampaikan kabar gembira kepada para sahabat.
Beliau bersabda, “Besok akan kuserahkan bendera perang kepada seseorang yang Allah dan Rasul-Nya mencintai dan dia pun mencintai Allah dan Rasul-Nya. Allah akan memenangkan kaum muslimin lewat tangannya.”
Seluruh sahabat berharap memperoleh kehormatan tersebut, termasuk Umar bin Khattab RA.









