Setiap amal yang dilakukan dengan niat tulus karena Allah SWT takkan pernah luput dari perhatian-Nya. Bahkan ucapan sederhana yang keluar dari hati seorang hamba bisa menjadi penentu nasibnya di akhirat kelak.
Kisah berikut menjadi bukti bahwa keikhlasan dalam mengucap kalimat tauhid dapat menjadi pelindung dari siksa neraka, bahkan bagi mereka yang masih dalam proses mengenal Islam secara mendalam. Allah SWT berfirman,
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Arab latin: Famay ya’mal miṡqāla żarratin khairay yarah(ū).
Artinya: Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
Batu-batu di Padang Arafah yang Jadi Saksi di Akhirat
Kisah ini diambil dari Kumpulan Kisah Teladan karya Prof. Dr. HM Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D. Di sebuah masa yang telah lama berlalu, ketika musim haji tiba dan Padang Arafah dipenuhi jamaah, ada seorang pria yang baru saja mengenal Islam. Ia termasuk golongan yang masih belajar mengenal keimanan, namun sudah tergerak untuk menunaikan ibadah haji.
Ketika berada di Arafah, ia mengambil tujuh butir batu kecil dari tanah. Ia menatap batu-batu itu lalu berkata, “Wahai batu-batu, saksikanlah bahwa aku mengucapkan, Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.” Setelah itu, ia berbaring dan tertidur, dengan batu-batu tersebut diletakkan di bawah kepalanya.









