Porostimur.com, Ambon — Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku, F. Alimudin Kolatlena, menyampaikan apresiasi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa dalam mendorong kemandirian pangan melalui penguatan sektor pertanian.
Menurut Kolatlena, fokus pembangunan pertanian sebagai pilar utama ekonomi daerah merupakan terobosan strategis dan tepat sasaran, mengingat selama puluhan tahun Maluku masih sangat bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah, terutama dari Jawa dan Sulawesi.
“Saya kira ketergantungan ini tidak hanya meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi harga dan gangguan logistik, tetapi juga menjadi akar utama disparitas harga kebutuhan pokok antarwilayah di Maluku,” ujar Kolatlena, Minggu (4/1/2026).
Disparitas Harga Bebani Daerah Terluar
Politisi Partai Gerindra itu menyoroti tingginya disparitas harga bahan pangan antara Kota Ambon dan daerah-daerah terluar seperti Maluku Barat Daya, Kepulauan Aru, Seram Bagian Timur, dan Kepulauan Tanimbar.
“Di Ambon harga beras dan sayuran relatif lebih terjangkau, sementara di pulau-pulau terluar masyarakat harus membayar dua hingga tiga kali lipat akibat mahalnya biaya transportasi laut dan terbatasnya frekuensi kapal,” ungkapnya.









