Komisi II DPRD Maluku Soroti Irigasi Rusak dan Potensi SDA yang Belum Maksimal untuk PAD

oleh -11 Dilihat
Anggota Komisi II DPRD Maluku Ary Sahertian, mengatakan persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat kerja Komisi II bersama sejumlah instansi teknis di Ambon, Kamis (13/8/2026).

“Kita ingin melihat secara menyeluruh apa yang dilakukan Dinas Pertanian. Karena itu, kita mengundang seluruh instansi teknis yang berkaitan dengan pertanian. Dinas Pertanian tidak bisa berjalan sendiri,” kata Ary kepada wartawan di Ambon, Jumat (14/8/2026).

Irigasi Rusak, Sawah Kering, Petani Gagal Panen

Komisi II menemukan persoalan irigasi menjadi salah satu titik lemah yang harus segera dibenahi.

Ary mengatakan, sejumlah jaringan irigasi di Maluku tidak lagi berfungsi secara optimal. Sebagian mengalami kerusakan, sementara di lokasi lainnya sumber air mengalami kekeringan.

Padahal, irigasi menjadi salah satu penentu keberhasilan produksi pertanian, terutama untuk mendukung lahan persawahan dan program swasembada pangan yang tengah didorong pemerintah.

“Penanganan lokasi sawah membutuhkan irigasi. BWS terlibat di dalamnya, PUPR juga terlibat,” ujarnya.

Baca Juga  Kisah Sunan Gresik yang Disebut Pelopor Pesantren di Jawa

Ary mencontohkan kondisi di Negeri Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah. Di wilayah tersebut, petani disebut mengalami gagal panen akibat jaringan irigasi tidak berfungsi sehingga lahan persawahan mengalami kekeringan.

“Misalnya di Sariputih, terjadi gagal panen karena irigasinya tidak berfungsi, dan terjadi kekeringan. Maka BWS dan PUPR harus hadir, untuk menangani persoalan tersebut bersama Dinas Pertanian,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.