Terkait dengan harga both, kata Rima, tentunya masing-masing seharga Rp150.000. Dan untuk Markest, pihaknya juga menyediakan award dengan penilaian tesendiri, seperti both terbaik, beast marketing, dan beast sosial media.
Kepala Suku Music Corner Eros mengungkapkan, dari setiap event yang digelarkan, pihaknya selalu terhalang dengan kekurangan sponsor, seperti dari perusahaan rokok maupun yang lainnya.
“Kita di Maluku Utara, berbeda dengan Manado dan Makassar sangat gampang dalam sponsor, tetapi disini banyak melalui mekanisme yang panjang. Persoalan materi adalah soal belakangan, namun kita butuh semangat,” terangnya.
Eross mengakui pihaknya masih belajar tentang cara menjadi publisher dan aggregator music yang baik. Karena ketika dirilis ke platform digital, seperti sportify atau instragram music sudah terpublis lagu lokal.
“Banyak teman saya yang punya karya-karya lokal, tetapi perputaran ekonomi bukan di Maluku Utara, tapi di kota orang lain. Contohnya, karya yang torang kirim dorang publis, berapa persen masuk ke kami. Untuk itu, harapannya, di tahun 2023 nanti, torang sudah punya aggregator dan publisher sendiri,” paparnya.
Seusai konferensi pers, mewakili Music Corner menyerahkan album Kong dalam bentuk kaset kepada para jurnalis. (Culen)









