Konsorsium Maluku Gelar Kick Off dan Diskusi Publik

oleh -3 Dilihat

Rahajaan bilang, upaya dalam peningkatan kualitas tenaga pendidik dengan memastikan mereka memiliki kualifikasi bersertifikat sesuai standar yang ditetapkan.

“Upaya pengembangan SDM juga dilakukan melalui pelatihan kompetensi di bidang vokasi dan pengiriman dosen muda untuk studi di luar negeri. Hal ini diharapkan, dapat menciptakan transformasi dalam teknologi dan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan secara lokal, nasional, maupun internasional,” tukasnya.

Dia juga mengakui perbedaan proporsi lulusan SMA dan SMK di Maluku Tenggara dan Tual lebih dari 70 persen.

“Dalam upaya menyesuaikan dengan kebutuhan lapangan kerja, Politeknik telah mengajukan pengembangan program studi yang lebih relevan dan mengakomodasi siswa, membuka program studi yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta minat masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Konsorsium Lenny Leuhery, ST, M.T, menekankan tanggung jawab perguruan tinggi dalam menciptakan lulusan yang bisa langsung berperan di industri dan dunia kerja serta memanfaatkan sumber daya alam Maluku.

Baca Juga  Pulau Fau dan Konsesi PT ANP: Ketika 84 Persen Daratan Pulau Kecil Masuk Wilayah Tambang

“Dosen dan mahasiswa terlibat dalam riset yang bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal dan keunggulan yang ada,” katanya.

Leuhery juga mengungkapkan alokasi anggaran sebesar Rp700 juta untuk mengidentifikasi potensi wilayah pada tahun pertama, dengan rencana riset pengembangan potensi tersebut di tahun-tahun berikutnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.