Kunjungi Halut, Wamentrans Viva Yoga: Transmigrasi Harus Mampu Cetak Ekonomi Baru

oleh -0 Dilihat

Sinergi Nasional dan Paradigma Baru Transmigrasi

Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya bersama Kementerian Pertanian tengah mengembangkan kawasan peternakan sapi seluas 10.000 hektare di Nusa Tenggara Timur, dengan dukungan investor asal Brasil. Program ini merupakan bagian dari strategi membangun pusat-pusat ekonomi baru di pelosok tanah air.

“Ada perubahan paradigma dalam program transmigrasi. Tidak cukup hanya membangun wilayah, tetapi juga harus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat transmigran,” tegasnya.

Wamen juga memberikan apresiasi atas kerja sama antara Kabupaten Lamongan (Jawa Timur) dan Kabupaten Pulau Morotai (Maluku Utara) dalam hal penguatan ekonomi daerah, melalui pengembangan komoditas telur bebek dan perikanan.

Baca Juga  Perjanjian Hudaibiyah yang Dilanggar Kaum Kafir Quraisy

Peresmian Bendungan dan Data Kawasan Transmigrasi

Usai memberikan sambutan, Wamentrans melakukan penandatanganan prasasti serta pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya Bendungan Beringin Agung. Bendungan ini diharapkan mampu mengairi lahan pertanian seluas 140 hektare di kawasan transmigrasi tersebut.

Adapun di Provinsi Maluku Utara saat ini terdapat empat kawasan transmigrasi prioritas nasional dan empat kawasan transmigrasi prioritas bidang, yang tersebar di sejumlah kabupaten.

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, dalam sambutannya menyebutkan bahwa program transmigrasi di wilayahnya telah berlangsung sejak tahun 1982. Hingga kini, terdapat total 17.524 kepala keluarga atau sekitar 57.592 jiwa transmigran yang telah menetap dan berkembang di berbagai titik.

No More Posts Available.

No more pages to load.