Madrid dan Cerita yang Tak Pernah Selesai

oleh -326 views

Oleh: Asghar Saleh, Politisi dan Pelaku Sepakbola

Awal Mei ini, ketika wasit Daniele Orsato meniup peluit akhir leg 2 antara Real Madrid vs Manchester City, ada sebuah selebrasi unik yang dilakukan semua punggawa Los Blancos. Bukan tentang merayakan come back luar biasa malam itu di Santiago Bernabeu setelah sempat tertinggal dengan agregat 3-5 dari sang tamu – sama seperti come back luar biasa atas Chelsea dan PSG di babak sebelumnya – tetapi kali ini Benzema dkk berjalan mengelilingi para fans dengan kostum bertuliskan A Por La 14.

Kalimat ini berarti “Persiapan Menuju 14”. Maksudnya jelas. Madrid bersiap meraih gelar ke 14 mereka di Liga Champions. Sebuah keyakinan. Sebuah maklumat bahwa Madrid sangat identik dengan Liga Champions dan begitu sebaliknya. Ada pertautan sejarah, nama besar dan juga hasrat untuk terus bikin rekor.

Baca Juga  Iran Hentikan Operasi Militer ke Israel, Ancam Serangan Lebih Besar Jika Agresi Berlanjut

Sebuah kebetulan jika Madrid juga akan menghadapi lawan yang sama di final. Jika anda ingat, empat tahun lalu, usai menyingkirkan Bayern Muenchen di babak semifinal awal Mei 2028, seluruh pemain Madrid juga menggunakan kaos dengan tulisan mencolok : A Por La 13. Banyak sinisme saat itu menanggapi optimisme Madrid. Apalagi belum ada dalam sejarah, sebuah klub juara UCL tiga kali berurutan. Namun Madrid bersama Zinadine Zidane melumat Liverpool di final yang dikenang sebagai “Tragedi Karius” dengan skor 3-1. Zidane jadi pelatih pertama yang bikin hattrick juara UCL berurutan dan Madrid menambah koleksi Kuping Besar menjadi 13.

No More Posts Available.

No more pages to load.