“Sempe ini hadir untuk generasi muda. Saya berharap generasi muda di Negeri Ouw bisa mengangkat dan mengembangkan hasil karya ini bersama-sama, supaya identitas tembikar yang kita punya tidak hilang dari kehidupan,” tuturnya.
Selain memperkuat identitas budaya, rangkaian perayaan ini juga menampilkan potensi lokal Negeri Ouw (Lisaboli Kakalisa), mulai dari tradisi, kreativitas masyarakat, hingga kekayaan alam pesisir seperti Pantai Motoni dan Pantai Petanusa, yang selama ini menjadi bagian penting dari ruang hidup masyarakat setempat.
Melalui tradisi makan patita, masyarakat Negeri Ouw tidak hanya merayakan perjalanan iman dan sejarah gereja, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama untuk merawat warisan budaya, memperkuat kebersamaan, serta mewariskan identitas negeri kepada generasi yang akan datang. (Leonard Manuputty)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com







