Wakil Menteri HAM Mugiyanto dalam sambutannya menekankan pentingnya JMSI sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus penjaga kebebasan pers di Indonesia. Ia juga menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap perlindungan jurnalis.
“Jurnalis harus tetap mendapatkan perlindungan. Good news is good news, tidak melulu berita buruk yang menjadi berita bagus,” ujarnya.
Dorongan Jurnalisme Intelektual
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, turut menyampaikan apresiasi atas perjalanan JMSI yang telah memasuki usia ke-6 tahun.
“Saya mengucapkan selamat untuk JMSI, sukses selalu, dan selamat Hari Pers untuk seluruh insan jurnalis. Saya berharap jurnalis terus berkembang,” ujar Dahnil.
Ia menekankan bahwa peran jurnalis sangat penting dalam membangun peradaban bangsa melalui tulisan dan gagasan yang mencerahkan.
“Presiden memerintah lima tahun, 10 tahun jika terpilih kembali. Tapi kalau jurnalis memerintah selamanya. Jurnalis adalah peran-peran yang mencerahkan, peran-peran yang meninggikan peradaban,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dahnil juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali tradisi jurnalisme intelektual di tengah maraknya konten yang ramai namun minim makna.
“Hari-hari ini yang dibutuhkan adalah konten yang sesungguhnya. Sekarang ini ramai konten yang tak berkonten. Kontennya ramai tapi tak bermakna. Tidak ada nilai di dalamnya,” tegasnya.









