Maluku Tenggara Gelar Vaksinasi Bagi Pelayan Publik dan Lansia

oleh -22 views
Link Banner

Porostimur.com | Langgur: Bupati Maluku Tenggara (Malra), M. Thaher Hanubun mengatakan, vaksinasi adalah salah satu upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan COVID-19 di kabupaten Maluku Tenggara.

Hal tersebut dikatakan Hanubun saat menyampaikan sambutan pada acara pencanangan Vaksinasi Covid-19 Tahap II bagi pelayan publik dan lansia di Langgur, Rabu (21/4/2021).

Thaher mengungkapkan, BPOM telah memberi izin penggunaan darurat vaksin Sinovac pada 11 Januari 2021, yang dipertegas Fatwa MUI bahwa vaksin ini suci, halal, dan bisa dilaksanakan saat berpuasa. Ia mengatakan, vaksinasi yang diberikan tidak akan mengurangi atau membatalkan puasa, sehingga umat Muslim tidak perlu ragu atau takut mendapatkan vaksinasi.

Thaher menjelaskan daerahnya sudah melaksanakan vaksinasi tahap pertama pada akhir Januari terhadap tenaga kesehatan, dan saat ini dimulai vaksinasi tahap kedua lansia dan pelayan publik yang meliputi wakil rakyat, pejabat negara, tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI/Polri, Satpol PP, ASN, guru, pedagang pasar, BUMN/BUMD, karyawan hotel/penginapan serta wartawan.

Diketahui, vaksin Sinovac yang diterima Provinsi Maluku pada Januari sebanyak 2320 vial (single dose) telah digunakan untuk tenaga kesehatan (rumah sakit, puskesmas, klinik, apotek) dengan jumlah orang yang divaksin sebanyak 993 orang (78,9 %) dari jumlah sasaran.

Baca Juga  Pemkab Maluku Tenggara Apresiasi Inovasi Tanaman Beras Merah Jemaat Ohoira
Vaksinasi COVID-19 Tahap II Pelayanan Publik dan Lansia di Langgur, Maluku Tenggara, Rabu (21/4) dok Foto: Dok. Pemkab Maluku Tenggara

Sementara untuk TNI AD dan AU pada awal April sebanyak 237 orang.Pelayanan publik dan kelompok Lansia yang divaksin pada tahap kedua ini, terutama peserta yang telah terdaftar pada Dinas Kesehatan dan mempunyai e-tiket sebanyak 3744 orang.Thaher mengatakan, vaksinasi akan diberikan sebanyak 2 dosis, pada pemberian suntikan pertama dan akan diulang 14 hari kemudian pada kelompok umur 18–59 tahun.

Sementara, khusus untuk kelompok Lansia, selang waktu suntikan pertama dan kedua adalah 28 hari.Vaksinasi diberikan setelah melalui tahapan pemeriksaan dokter/skrining dan hasilnya menujukkan layak untuk divaksin, sehingga masyarakat tidak perlu takut atau ragu atas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Saya mengajak kita semua untuk menyukseskan kegiatan vaksinasi tahap kedua ini terutama kelompok Lansia yang harus kita lindungi bersama, karena kelompok ini rentan dan mempunyai penyakit comorbid (penyakit bawaan),” ujarnya.

Baca Juga  Pertama Setelah 7 Abad, Iran Kibarkan Bendera Merah Tanda Bersiap Perang Besar

Thaher juga mengingatkan saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, sehingga walau sudah divaksin secara lengkap (dua kali vaksin), harus tetap mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

(red/kumparan)

No More Posts Available.

No more pages to load.