Belasan Pelaku Usaha Karaoke Di Kota Ambon Masukan Permohonan Izin Beroperasi

oleh -45 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menanggapi pernyataan Walikota Ambon, Richard Louhenapessy mengenai kembali dioperasikannya karaoke keluarga yang direncanakan usai hari raya Idul-Fitri 1442 Hijriah, terdata hampir 20 pelaku usaha karaoke yang telah memasukan permohonan izin beroperasi.

“Sekitar 15 lebih yang sudah kasih masuk permohonan,” ungkap Koordinator Sosial Budaya, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Ambon, Richo Hayat kepada wartawan porostimur.com di Balai Kota Ambon, Selasa (20/4/2021).

Hayat menuturkan, meski banyak yang telah memasukkan permohonan izin, namun hal tersebut belum bisa disetujui karena pemkot terlebih dahulu harus memantau kesiapan prokes yang telah dilakukan oleh tempat-tempat karaoke tersebut.

“Sekarang mereka sudah kasih masuk permohonan, tapi untuk dikeluarkan rekomendasi belum bisa karena dari satgas Covid-19 harus turun tinjau lokasi”, tuturnya.

Link Banner

Sampai sejauh ini, lanjut Hayat pihaknya telah melakukan pendataan karyawan dari karaoke-karaoke keluarga tersebut guna melaksanakan vaksinasi sebelum beroperasi.

Baca Juga  Soal kebijakan new normal Covid-19, YLKI: Terlalu dini, gegabah dan gambling

“Kami sementara mendata mereka, untuk di vaksin. Datanya sementara di suplai ke Dinas Kesehatan (Dinkes)”, bebernya.

Menurutnya, tujuan utama hal tersebut dilakukan agar tidak timbul klaster baru lantaran dibuka kembali tempat-tempat karaoke keluarga.

“Nanti tim lihat dulu apakah tempatnya bisa dibuka? Nanti tim yang menilai”, katanya.

Disinggung terkait dengan kebenaran telah dilakukannya vaksinasi kepada sebagian pekerja karaoke seperti yang dilontarkan oleh Jubir Satgas Covid-19, Joy Adriaansz, Richo yang juga merupakan Kadis Parawisata ini juga membenarkan hal tersebut.

“Memang sebagian sudah divaksin, karena mengawali aturannya kan mereka para petugas memang harus divaksin. Ya, sebagian sudah sebagian belum sementara di proses data-datanya”, pungkas Hayat.

Baca Juga  Pariwisata Goes To School 2019, Dispar Maluku targetkan 550 siswa SMU

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz juga mengatakan hal yang sama. Sebelum karaoke-karaoke keluarga itu beraktifitas, akan dilakukan pemantauan dan pengawasan terhadap lokasi-lokasi dimaksud.

“Seluruh usaha ini akan dibuka setelah satgas menilai kesiapan-kesiapan mereka dalam penerapan protokol kesehatan”, ungkapnya.

Namun, lanjut Adriaansz, apabila saat proses peninjauan kriteria tersebut tak terpenuhi maka pihaknya dengan secara tegas melarang karaoke tersebut untuk beroperasi.

“Kalau misalnya ada karaoke keluarga setelah ditinjau belum siap dalam segi penerapan protokol kesehatan, sesuai dengan yang sudah dikoordinasikan oleh dinas teknis maka otomatis kita tidak akan merekomendasikan”, tutupnya. (nicolas)