Kedua, melakukan evaluasi besar-besaran dan menunjukkan kepada publik bahwa tidak ada satu pun pejabat yang kebal terhadap kritik, tidak ada satu pun pembantu yang terlalu penting untuk diganti, dan tidak ada satu pun warisan kekuasaan yang lebih penting daripada kepentingan rakyat.
Jika Prabowo memilih jalan kedua, maka ia akan dikenang sebagai presiden yang berani keluar dari bayang-bayang kekuasaan sebelumnya.
Tetapi jika berbagai persoalan yang memicu kemarahan publik terus dianggap sebagai gangguan kecil yang bisa diselesaikan dengan pencitraan dan narasi komunikasi, maka rakyat akan sampai pada kesimpulan yang jauh lebih berbahaya: bahwa yang berubah hanyalah nama presidennya, sementara cara berkuasanya tetap sama.
Dan ketika kesimpulan itu mengeras di benak rakyat, sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar popularitas pemerintah. Melainkan kewibawaan istana itu sendiri.
Surabaya, 10 Juni 2026









