Membedah Prabowonomics: Retorika Ambisi Mercusuar di Atas Puing Fiskal

oleh -26 views

​Utopia Petani dan Realitas Agraria yang Getir

Janji mengentaskan kemiskinan desa dan memutus tengkulak—hingga klaim “petani bisa liburan ke luar negeri”—mengabaikan masalah struktural agraria:
* ​Ketimpangan Lahan: Mayoritas petani menguasai tanah di bawah 0,5 hektar. Tanpa reformasi agraria sejati, memotong marjin penggilingan tidak akan mengubah nasib mereka.
* ​Pendekatan Komando: Swasembada pangan top-down dan food estate terbukti berulang kali gagal karena mengabaikan ekosistem lokal dan lingkungan.
​Janji manis ini jadi candaan pahit di tengah lonjakan harga pupuk, kelangkaan air, dan ancaman penggusuran atas nama investasi.

​Inovasi Represi Pajak: Mencekik Rakyat, Memanjakan Oligarki

Untuk menutupi defisit akibat program boros, negara bertindak ekstraktif kepada rakyat bawah, namun bertekuk lutut di hadapan pemilik modal besar:
* ​Penyanderaan Hak Dasar: Ancaman penolakan BBM bersubsidi bagi penunggak pajak mengubah bantuan sosial menjadi alat pemaksa fiskal.
* ​Militerisasi & Social Shaming: Pelibatan aparat kewilayahan hingga penempelan stiker penunggak pajak memberi intimidasi psikologis bagi warga yang kesulitan finansial.
* ​Kontras Menyakitkan: Saat rakyat kecil diburu instrumen negara, para konglomerat justru disuguhi karpet merah berupa tax amnesty berturut-turut.

Menggugat Arah Kebijakan Ekonomi

No More Posts Available.

No more pages to load.