Membedah Prabowonomics: Retorika Ambisi Mercusuar di Atas Puing Fiskal

oleh -42 views

Oleh: Nazaruddin, Kolumnis/Pemerhati Sosial Politik.

Prabowonomics disemburkan sebagai cetak biru ekonomi lewat kemasan nasionalisme populis. Koridor utamanya mengandalkan peran negara yang sangat dominan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan mengontrol arah ekonomi demi swasembada pangan-energi serta proteksi aset nasional. Namun, saat diturunkan ke ranah empiris, yang tampak bukanlah kebangkitan, melainkan dongeng politik yang runtuh diterjang realitas.

​Mitos Fiskal dan Aritmatika Panggung yang Ngawur

Skeptisisme analis makroekonomi bersumber dari jurang ketimpangan antara pengeluaran fantastis dan penerimaan negara yang megap-megap. Sebuah anomali besar ketika kita bicara konsep ekonomi tinggi, namun kemampuan dasar berhitung dan kalkulasi matematis saja belepotan. Pembalikan logika aritmetika dasar hingga klaim angka kebocoran anggaran yang berubah-ubah di panggung politik memperlihatkan bahwa perencanaan negara tidak didasari data presisi, melainkan retorika asal sebut.

​Bagaimana mungkin membiayai makan gratis hingga belanja pertahanan jumbo saat tax ratio stagnan di level rendah? Saat pendapatan tak mencukupi, bukannya merasionalisasi belanja, pemerintah justru memaksakan penerimaan secara membabi buta.

No More Posts Available.

No more pages to load.