Dalam tafsir yang dinukil oleh Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi, Nabi Luth AS merasa cemas ketika menerima kedatangan para tamu yang sebenarnya adalah malaikat yang menjelma sebagai pemuda berparas tampan. Kekhawatiran itu muncul karena beliau mengetahui kebiasaan buruk kaumnya yang gemar melakukan perbuatan keji. Bahkan, menurut riwayat tersebut, Nabi Luth AS belum pernah melihat orang dengan ketampanan seperti para tamunya.
Meski diliputi rasa khawatir, Nabi Luth AS tetap menjamu mereka dengan baik dan menjaga keberadaan mereka agar tidak diketahui masyarakat. Kedatangan para tamu itu pada awalnya hanya diketahui oleh anggota keluarganya yang berada di rumah.
Namun, salah seorang yang mengetahui kedatangan mereka adalah istri Nabi Luth AS. Alih-alih menjaga amanah, ia justru keluar dan menyampaikan kabar tersebut kepada penduduk Sodom.
Dalam penjelasan Ibnu Katsir disebutkan bahwa ia memberi tahu kaumnya bahwa di rumah Nabi Luth AS terdapat sejumlah tamu laki-laki yang sangat tampan, yang menurutnya belum pernah ia lihat sebelumnya.
Informasi itu membuat kaum Sodom berbondong-bondong menuju rumah Nabi Luth AS. Mereka datang untuk memastikan kabar tersebut sekaligus melampiaskan niat buruk mereka kepada para tamu yang sedang berada di kediaman sang nabi. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi salah satu bentuk pengkhianatan istri Nabi Luth AS terhadap dakwah dan perjuangan suaminya.










