Mengenal Perbedaan Gelar Habib, Syekh, Kyai, Ustaz, dan Gus

oleh -18 views

Di Indonesia, panggilan ustaz telah menjadi bagian dari budaya lokal yang diberikan secara spontan kepada guru mengaji, penceramah masjid, atau bahkan para lulusan pesantren sebagai bentuk takzim. Menariknya, sebagaimana dicatat oleh Dr. Abuddin Nata dalam buku Pendidikan dalam Perspektif Al-Qur’an, gelar ustaz di negara seperti Mesir memiliki kedudukan akademik yang sangat tinggi, yaitu setara dengan gelar profesor atau dosen senior di lingkungan universitas.

5. Gus: Gelar Kehormatan untuk Putra Kyai yang Berilmu

Masih dalam satu lingkaran tradisi dengan kyai, istilah “gus” sangat populer di lingkungan pesantren Jawa, khususnya pada basis kultural Nahdlatul Ulama (NU). Rizem Aizid dalam buku Selayang Pandang K.H. Abdurrahman Wahid menjelaskan bahwa secara bahasa, “gus” awalnya diserap dari sapaan akrab masyarakat Jawa seperti “mas” atau “abang” untuk anak laki-laki. Seiring waktu, sapaan ini bergeser menjadi gelar kehormatan bagi para putra ulama atau kiai.

Baca Juga  Polisi Ringkus Remaja 16 Tahun yang Diduga Spesialis Pencurian di Pulau Bacan

Namun, gelar ini tidak bisa disandang oleh sembarang anak keturunan. M. Samsul Hidayat dalam buku Sorban Bapak menegaskan bahwa gelar gus secara ideal diberikan kepada anak laki-laki kiai yang terbukti cerdas dan memiliki keluasan ilmu agama yang mumpuni sebagaimana ayahnya. Oleh sebab itu, tradisi pesantren sangat menjaga penggunaan gelar ini demi menghormati nasab ilmu dan keturunan para pengasuh pesantren.

No More Posts Available.

No more pages to load.