Mengenal Sumber Gempa di Jalur Sula Sorong

Oleh : Dimas Bambang Sukmana Putra Penulis adalah Staff BMKG Ternate

Wilayah Timur Indonesia merupakan wilayah yang sangat kaya akan sumber daya alam baik tambang maupun hasil laut, hal ini dikarenakan lebih luas lautnya daripada daratannya, namun dengan keadaan geologi yang kompleks wilayah timur indonesia ini juga di anugrahi berbagai macam bahan tambang yang sangat berlimpah, namun dibalik itu wilayah timur indonesia juga sekaligus menjadi lumbung bencana alam gempa bumi yang sangat aktif, bahkan kerumitan tataan tektoniknya cukup mengundang perhatian para ilmuwan baik dari dalam maupun luar negeri.

Banyak sekali sumber gempa di wilayah ini, mulai subduksi indo- australia ke eurasia yang mengalami pembelokan tajam di Busur Banda, double subduktion Laut Maluku, subduksi Lempeng Pasifik ke bawah Papua di sebelah utara, sesar naik Punggungan Mayau, subduksi Lempeng Sangihe di utara Pulau Sulawesi, Sesar Palukoro, dan salah satu sesar yang cukup unik adalah Sesar Sula Sorong.

Apakah Sesar/Patahan itu???

Sesar adalah rekahan pada batuan yang mengalami pergerakan sejajar bidangnya. Umumnya tidak mungkin untuk mengetahui berapa besar gerak sebenarnya sepanjang sesar dan blok bagian mana yang bergerak dan blok yang diam, karena bergeraknya sudah berlangsung pada waktu lampau. Dalam klasifikasi pergeseran sesar dipergunakan pergeseran relatif, karena tidak tahu blok mana yang bergerak; dikatakan satu sisi sesar bergerak relatif terhadap sisi lainnya. Pergeseran salah satu sisi melalui bidang sesar membuat salah satu blok relatif naik, turun atau mendatar terhadap lainnya. Blok diatas bidang sesar disebut blok hanging wall sedangkan yang dibawah disebut blok foot wall.

Sesar Sula Sorong

Sesar Sula Sorong merupakan sesar yang sering memicu gempa gempa dengan skala magnitude yang besar. masih ingat Gempa 7.0 SR tahun 2010 silam, kemudian Tsunami Pulau Taliabu 24 Januari 1965 yang diakibatkan Gempa Tektonik dengan kekuatan 7.2 SR, menyebabkan 71 orang korban, Tsunami di Selatan Kepulauan Sula akibat Gempa 7.7 SR 29 November 1998 dengan korban meninggal 30 orang, Gempa 7.4 dan 7,6 yang terjadi di papua dimana terjadi tsunami akibat longsoran bawah laut yang merusak Kota Sorong dan Manokwari pada 4 januari 2009 dan masih banyak Gempa gempa lainnya, Ini merupakan secuplik sejarah Gempa gempa besar yang diakibatkan adanya aktifitas patahan jalur Sula Sorong.

Patahan ini merupakan salah satu patahan paling aktif di indonesia dengan menghasilkan Gempa gempa besar yang memicu adanya tsunami, Patahan atau sesar ini sangatlah unik dimana terbentuk mulai 20 juta tahun yang lalu akibat bertabrakannya bibir Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik dalam penelitian Professor Robert Hall yang merupakan direktur SE Asia Research Group dari Univeritas London tahun 2001.

Sumber gempa ini di sinyalir lebih panjang daripada sesar semangko di sumatra dimana panjangnya dari Papua hingga Kepulauan Sula, dan memotong bagian atas dari kepala burung Papua, sesar ini bergerak 112 mm/tahunnya, jika kita melihat peta kita akan melihat sesar ini bukanlah sesar tunggal, namun sesar yang bercabang, jadi di utara papua sesar ini terdapat dua sesar kemudian menjadi satu di wilayah Sorong, dan kemudian kembali lagi bercabang di wilayah sebelah timur Pulau Obi Maluku Utara menjadi dua, satu berada di utara Pulau Obi dan yang lain disebelah selatan Pulau Obi dan cabang di sebelah selatan Pulau Obi kembali membentuk cabang di sebelah timur Kepulauan Sula. Ada yang berada dibagian utara Pulau Taliabu dan dibagian sebelah selatan Pulau Taliabu.

Dicabang Sula Sorong bagian selatanlah yang pernah memicu tsunami di wilayah Sanana, dan bukan berarti wilayah yang lain tidak berpotensi. Mengingat aktifitasnya yang cukup signifikan dan ada dugaan triple juntion yaitu pertemuan 3 lempeng dunia berada disalah satu sisi dari sesar ini. Mengingat terbentuknya sesar ini telah ada jutaan tahun yang lalu, anggaplah satu tahun 2 kali saja bergoyang, berapa kali indonesia bagian timur ini telah digoyang oleh Sesar Sula Sorong.

Ancaman aktifitas dari sumber gempa ini benar benar nyata, maka ini merupakan tantangan bagi segenap para pakar kebumian untuk senantiasa melakukan riset tentang karakteristik aktifitas sesar ini, dan juga merupakan tantangan yang luar biasa bagi pemerintah untuk menyiapkan tindakan preventif dalam upaya mitigasi gempa dan tsunami di zona sesar Sula Sorong. Baik komunikasi yang baik agar informasi bisa diandalkan dalam kondisi apapun maupun pelatihan drill tsunami merupakan hal yang wajib dilakukan terutama di wilayah yang secara geografi relatif jauh dari pusat pemerintahan, dan disosialisasikannya adanya evakuasi mandiri karena jika ada tsunami maka waktu untuk sampai ke bibir pantai sangat singkat. Kerjasama antar instansi mutlak diperlukan dalam upaya rantai penanganan bencana alam. Kita senantiasa memanfaatkan alam dan alam tidak pernah meminta apapun dari kita, kita hanya di minta sedikit waktu kita agar alam melaksanakan tugasnya. (*)

Sumber: http://science88islam.blogspot.com/2016/06/mengenal-sumber-gempa-di-jalur-sula.html?m=1

http://science88islam.blogspot.com/2016/06/mengenal-sumber-gempa-di-jalur-sula.html?m=1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: