
Sesar Sula Sorong
Sesar Sula Sorong merupakan sesar yang sering memicu gempa gempa dengan skala magnitude yang besar. masih ingat Gempa 7.0 SR tahun 2010 silam, kemudian Tsunami Pulau Taliabu 24 Januari 1965 yang diakibatkan Gempa Tektonik dengan kekuatan 7.2 SR, menyebabkan 71 orang korban, Tsunami di Selatan Kepulauan Sula akibat Gempa 7.7 SR 29 November 1998 dengan korban meninggal 30 orang, Gempa 7.4 dan 7,6 yang terjadi di papua dimana terjadi tsunami akibat longsoran bawah laut yang merusak Kota Sorong dan Manokwari pada 4 januari 2009 dan masih banyak Gempa gempa lainnya, Ini merupakan secuplik sejarah Gempa gempa besar yang diakibatkan adanya aktifitas patahan jalur Sula Sorong.
Patahan ini merupakan salah satu patahan paling aktif di indonesia dengan menghasilkan Gempa gempa besar yang memicu adanya tsunami, Patahan atau sesar ini sangatlah unik dimana terbentuk mulai 20 juta tahun yang lalu akibat bertabrakannya bibir Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik dalam penelitian Professor Robert Hall yang merupakan direktur SE Asia Research Group dari Univeritas London tahun 2001.
Sumber gempa ini di sinyalir lebih panjang daripada sesar semangko di sumatra dimana panjangnya dari Papua hingga Kepulauan Sula, dan memotong bagian atas dari kepala burung Papua, sesar ini bergerak 112 mm/tahunnya, jika kita melihat peta kita akan melihat sesar ini bukanlah sesar tunggal, namun sesar yang bercabang, jadi di utara papua sesar ini terdapat dua sesar kemudian menjadi satu di wilayah Sorong, dan kemudian kembali lagi bercabang di wilayah sebelah timur Pulau Obi Maluku Utara menjadi dua, satu berada di utara Pulau Obi dan yang lain disebelah selatan Pulau Obi dan cabang di sebelah selatan Pulau Obi kembali membentuk cabang di sebelah timur Kepulauan Sula. Ada yang berada dibagian utara Pulau Taliabu dan dibagian sebelah selatan Pulau Taliabu.




