Menggadai Kedaulatan Digital

oleh -714 views
Oleh: Ahmadie Thaha, Kolumnis

Namun pertanyaannya bukan apakah keamanan penting. Pertanyaannya: siapa yang menentukan standar keamanan, dan seberapa besar ruang keputusan domestik dalam menentukan standar tersebut?

Dalam dunia teknologi, standar adalah kekuasaan. Sistem operasi, protokol jaringan, chip, dan enkripsi bukan sekadar alat teknis; mereka adalah arsitektur pengaruh.

Jika pelabuhan laut menentukan arus perdagangan abad ke-18, maka protokol digital menentukan arus kekuasaan abad ke-21.

Kita hidup di zaman ketika data lebih berharga dari minyak, dan kabel bawah laut lebih strategis dari jalur rempah. Namun karena ia tak terlihat, publik jarang menyadari bahwa kedaulatan digital bukan isu futuristik, melainkan fondasi ekonomi modern.

Bayangkan sebuah kota pintar tanpa kendali atas sistem jaringannya. Bayangkan layanan kesehatan digital yang infrastrukturnya bergantung pada pihak luar. Bayangkan sistem transportasi otonom yang berjalan di atas protokol yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali nasional.

Baca Juga  Hukum Potong Kuku sebelum Kurban Iduladha menurut 4 Mazhab

Kedaulatan digital bukan slogan nasionalisme teknologi. Ia adalah kemampuan memastikan bahwa sistem vital negara dapat beroperasi, diaudit, dan diamankan tanpa ketergantungan strategis yang berlebihan.

Dalam hubungan internasional modern, kekuasaan jarang hadir dalam bentuk ultimatum. Ia hadir dalam bentuk standar, interoperabilitas, dan konsultasi keamanan. Semua terdengar rasional. Semua terdengar teknis. Semua terdengar netral.

No More Posts Available.

No more pages to load.