Mengurai Masalah Penggelembungan Suara di Kecamatan Tutuk Tolu SBT

oleh -24 views
Yakuba Rumodar sebagai saksi mandat Partai NasDem di Kecamatan Tutuk Tolu hadir di Mahkamah Konstitusi (MK) pada sidang Mendengarkan Keterangan Saksi/Ahli PHPU Pileg Maluku Tahun 2024. Foto Humas/Teguh

Kemudian, sambung Yakuba, saat pleno ketua PPK hanya membaca perolehan suara secara umum dan tidak detail sehingga para saksi partai merasa dikelabui.

“Kami tidak diberikan pula ruang untuk protes secara langsung, kami diminta menandatangani tanpa melihat jumlah perolehan suara. Saat pleno di kabupaten selesai dan barulah pada 7 Maret 2024 kita dikirim salinan perolehan suara yang sebenarnya,” ujar Yakuba.

M. Kasim Rumodar sebagai saksi mandat dari Partai Garuda menyampaikan proses penggelembungan suara yang terjadi di kecamatan atas nama Caleg Nomor Urut 2 Darwis yang dilakukan oleh PPK dari 215 suara menjadi 680 suara.

Sementara Moh. Ali Agam Rumfot sebagai saksi mandat di PPK pemilihan presiden nomor urut 3 melengkapi keterangan saksi sebelumnya bahwa saat proses rekapitulasi dan perhitungan berjalan secara normal dari 17 Februari–3 Maret 2024.

Baca Juga  3 Anggota OPM Tewas Ditembak, Massa di Puncak Jaya Bakar Kendaraan Dinas TNI-Polri

Lalu dilakukan skorsing dua hari dan pada 5 Maret 2024 rekapitulasi dilanjutkan, Ketua PPK membacakan hasil secara global sehingga saksi lainnya tidak mengetahui perolehan suara dari masing-masing kandidat.

“Kata PPK, tanda tangan saja dulu nanti D.Hasilnya via WA dan saksi-saksi tanda tangan semuanya. Pada tanggal 7 Maret baru WA dan saya dikirim WA sudah tanggal 8 Maret karena saya minta walaupun saya bukan saksi pemilihan legislatif,” sampai Ali.

No More Posts Available.

No more pages to load.