Menu MBG di Dobo Diduga Gunakan Ikan Kembung Tak Layak Konsumsi, Orang Tua Minta Dapur Dievaluasi

oleh -3 Dilihat
Temuan tersebut terjadi pada menu MBG yang dibagikan Dapur II pelaksana program di Dusun Belakang Wamar, Desa Durjela, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, yang melayani siswa SD Negeri 6 Dobo, Jumat (21/8/2026).

Namun, persoalan yang ditemukan di lapangan tidak hanya menyangkut kondisi lauk ikan.

Ketepatan waktu pengiriman makanan juga dikeluhkan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengantaran MBG ke sekolah disebut beberapa kali terlambat.

Bahkan, pada pekan sebelumnya, makanan dilaporkan terlambat hingga dua hari berturut-turut dan baru tiba ketika sebagian siswa sudah meninggalkan sekolah. Akibatnya, sejumlah siswa disebut tidak sempat menerima makanan.

Kondisi tersebut kemudian membuat guru berinisiatif meminta anak-anak membawa wadah makanan dari rumah. Tujuannya, apabila makanan datang ketika jam sekolah telah berakhir, siswa dapat langsung membawa makanan tersebut pulang untuk dikonsumsi di rumah.

Langkah tersebut dilakukan karena orang tua siswa kerap harus menunggu lebih lama di sekitar sekolah saat anak-anak masih menunggu atau menyantap makanan MBG.

Baca Juga  Negara Federal Solusi: Kucing Lebih Diterima Istana Ketimbang Orang Kawasan Timur

Sayur Jantung Pisang Juga Banyak Tersisa

Sorotan terhadap menu MBG di Dobo tidak berhenti pada lauk ikan.

Hasil temuan wartawan di sejumlah sekolah di Kota Dobo juga menunjukkan adanya menu sayur jantung pisang yang disebut kurang diminati sebagian besar siswa.

Bahkan, sejumlah siswa disebut menuliskan keberatan mereka terhadap menu tersebut melalui catatan di atas kertas.

Sayur jantung pisang dalam sejumlah ompreng dilaporkan sering tersisa hampir utuh, sementara nasi dan lauk lainnya justru lebih banyak dihabiskan siswa.

No More Posts Available.

No more pages to load.