Messi, Avengers Endgame dan Nasehat Hoja

oleh -120 views

Lahir di Rosario, 24 Juni 1987, Lionel Andres Messi sama seperti bocah Argentina lainnya. Suka menendang semua yang bundar. Saat berusia 5 tahun. Messi kecil yang dijuluki sang kakak dengan si Kutu, belajar bola di SSB Grandiola. Tiga tahun kemudian, sang ayah, Jorge Horacio membawanya ke Newell’s Old Boy, klub profesional pertama Messi. Sayangnya, di usia 11 tahun, Messi divonis bergizi buruk. Kekurangan hormon pertumbuhan. Punya bakat tetapi tak punya biaya pengobatan membuat dunia Messi nyaris berhenti. Beruntung, sang ayah bertemu bos Barcelona dan jadilah Messi diboyong ke Catalan untuk menjalani penyuntikan hormon di kakinya secara rutin sambil berlatih bola Jika bertahan di Argentina, keluarga jelas tak punya dana 9 milyar sebulan untuk membayar hormon pertumbuhan.

Baca Juga  Pesta Babi dan Suara yang Dibungkam

Pertalian inilah yang menjadi jawaban bermoral setiap ada tanya, mengapa Messi lebih wow saat bermain untuk Barcelona dibanding berjuang untuk tanah tumpah darahnya. Messi berutang hidup di Barca. Di luar urusan hati, Messi secara tekhnis memang punya ketrampilan superhero. Sayangnya, superhero itu hanya tayang di Barcelona. Tak diputar di Argentina.

Di Barcelona, Messi punya rekor superhero. 10 kali juara La Liga, 6 Copa Del Rey, 4 gelar Champions dan tiga titel juara dunia antar klub. Secara individu, Ia peraih lima Ballon D’Or. Bermain untuk Blaugrana sejak 1 Mei 2005 di usia 17 tahun, Messi sudah membuat lebih dari 600 gol. Punya rekor kemenangan terbanyak di La Liga yakni 339 kali melewati rekor Iker Casillas. Ia butuh 50 gol lagi untuk melewati rekor abadi Pele sebagai pencetak gol terbanyak bersama Santos (673 gol).