Messi, Avengers Endgame dan Nasehat Hoja

oleh -124 views

Secara tekhnis, kualitas superhero Messi sebagai individu memang tak bisa dibantah. Sayangnya, saat bermain untuk Barcelona, Messi dikelilingi banyak superhero lain yang berkontribusi menjaga keseimbangan. Memberi dukungan tanpa pamrih dan semuanya untuk Messi. Penunjukan pelatih dan pemain yang dijual atau dibeli Barcelona setiap tahun bahkan harus atas ijin Messi. Itulah mengapa Ronaldinho dan Deco harus out. Countinho jadi ban serep, Neymar hanya jadi barang dagangan. Lalu terbaru Mbappe menolak bergabung. Entah bagaimana nasib Griezmann nanti.

Di level TimNas, otoritas Messi juga sama. Penunjukan pelatih harus seijin La Pulga. Pemain yang masuk juga sama. Itulah mengapa Mascherano tetap punya tempat, beda dengan Icardi, Dybala, Tevez, Milito dan banyak superhero lainnya di Argentina yang tak punya ruang dan waktu. Setiap pemain TimNas harus melayani Messi. Bahkan Scaloni, juru taktik di Copa America 2019 menyebut, semua pemain bertekad membawa Tango juara sebagai hadiah untuk Messi. Tekad yang tak sebanding dengan kerja di lapangan.

Baca Juga  5 Tanda Kelelahan Empati dan Cara Mengatasinya

Di beberapa diskusi dengan sesama penggemar bola, secara bercanda saya menyebut Argentina baru bisa juara jika Messi tak lagi bermain. Sebagai individu, dia superhero, tapi sebagai pemimpin, kualitasnya bahkan jauh dibanding Tony Stark yang membiarkan dirinya mati saat menumbangkan Thanos. Bahkan juga jauh dibawah level Tyrion Lannister, si cebol pemberani berotak cerdas dalam Game Of Thrones.