Porostimur.com, Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku menaruh harapan besar pada pembangunan Maluku Integrated Logistic Hub (MILH). Proyek pelabuhan logistik terintegrasi ini diproyeksikan bukan hanya memperkuat konektivitas barang, tetapi juga membuka hingga 6.000 lapangan kerja baru.
Pemprov Maluku menargetkan pembangunan MILH mulai direalisasikan dan memasuki tahap groundbreaking pada 2027.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan, potensi penyerapan tenaga kerja tersebut tidak hanya berasal dari aktivitas kepelabuhanan. Pengembangan kawasan ekonomi dan industri di sekitar MILH diperkirakan akan menciptakan kebutuhan tenaga kerja baru yang jauh lebih luas.
“Ini bukan sekadar pelabuhan, tetapi kawasan ekonomi sekitarnya juga turut berkembang,” kata Hendrik dalam keterangan yang diterima di Ambon, Kamis.
Menurut dia, MILH tidak didesain sebagai pelabuhan tempat kapal sekadar singgah dan melakukan bongkar muat. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi infrastruktur utama (core infrastructure) bagi pengembangan kawasan industri dan logistik terpadu di Maluku.
Konsep tersebut diharapkan melahirkan aktivitas ekonomi baru, memperpendek dan mengefisienkan rantai pasok, sekaligus memperkuat konektivitas logistik antardaerah.









