Selain korban jiwa, PFA juga melaporkan 288 fasilitas olahraga hancur atau rusak berat, 268 di Gaza dan 20 di Tepi Barat. Sekitar setengah dari fasilitas itu terkait langsung dengan sepak bola, termasuk markas PFA di Gaza yang terkena serangan udara Israel.
Sejak Mei 2025 lalu, lebih dari 1.300 warga Palestina dilaporkan tewas di dekat titik distribusi bantuan yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation, sebuah kelompok logistik yang didukung AS dan Israel.
Kritikan Salah melalui media sosial tersebut langsung mendapatkan perhatian besar netizen. Banyak yang mengapresiasi kritikan Salah, sebagian lain justru balas mengkritik karena dianggap hipokrit. Para pengkritik menyebut negara Salah berasal, Mesir, justru merupakan pihak yang paling tidak peduli dengan penderitaan masyarakat Gaza dan Palestina.
“Mesir menutup semua akses bagi Palestina dan Gaza untuk mendapat perlindungan. Tidak kamu tanyakan kenapa,” sindir pengguna X.
“Jika Mesir sedikit saja berempati pada Palestina, penderitaan ini tidak akan semakin mengkhawatirkan,” tulis pengguna X lainnya.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









