Namun, keterlibatan langsung dalam aksi mahasiswa menunjukkan bahwa jembatan antara gerakan moral mahasiswa dan peran politik formal tetap bisa terhubung.
“Kami percaya, suara mahasiswa adalah suara moral bangsa. Hari ini, kami duduk bersama mereka bukan sekadar nostalgia, tetapi juga komitmen untuk tetap membuka ruang dialog,” tegas Benhur G. Watubun.
Sambutan Hangat Mahasiswa
Bagi massa aksi, kehadiran para mantan aktivis yang kini berstatus wakil rakyat memberikan semangat tersendiri.
Selain menyuarakan isu-isu nasional, mereka juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi perjuangan agar tidak berhenti di jalanan semata, melainkan diterjemahkan dalam kebijakan publik.
“Ini bukti bahwa perjuangan di jalanan bisa bertransformasi ke ruang parlemen, tanpa harus kehilangan jati diri,” ujar salah seorang mahasiswa peserta aksi. (Leonard Manuputty)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











