Penyerahan tuntutan turut disaksikan Kepala Bappelitbangda Thamrin Marsaoly, Kepala Dinas Kesehatan dr. Fathiyah Suma, serta peserta RDP lainnya.
Muis menyebut tuntutan tersebut menjadi bagian dari rekomendasi untuk memperbaiki tata kelola pelayanan rujukan kesehatan di wilayah BAHIM.
Adapun tuntutan masyarakat meliputi:
- Segera menganggarkan dan menambah minimal dua unit ambulans laut yang ditempatkan secara strategis di wilayah BAHIM serta memastikan kesiapsiagaan ambulans selama 24 jam.
- Mendesak Wali Kota Ternate melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Dinas Kesehatan Kota Ternate, khususnya terkait pelayanan dan respons rujukan kesehatan di wilayah kepulauan.
- Memberikan kompensasi kepada keluarga korban, berupa santunan serta ganti rugi materiil dan immateriil sesuai ketentuan yang berlaku.
Muis menegaskan masyarakat BAHIM akan terus mengawal seluruh tuntutan tersebut hingga benar-benar direalisasikan Pemerintah Kota Ternate.
“RDP jangan berhenti di kesepakatan. Menyelesaikan persoalan ambulans laut bukan sekadar kesepakatan forum, tetapi menyangkut kepastian, keselamatan dan hak masyarakat BAHIM sebagai warga Kota Ternate untuk memperoleh pelayanan kesehatan dan rujukan yang merata, cepat, layak, serta responsif,” tegasnya.
(Asirun Salim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









