Oleh: Paulus Mujiran, Ketua Pelaksana Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata Semarang
NATAL yang diperingati oleh jemaat kristiani seluruh dunia memiliki makna penting dalam sejarah keselamatan. Yesus lahir di tengah-tengah bangsa yang angkuh karena belenggu kuasa, dosa ,dan maut. Dalam diri Yesus Kristus, Allah menyatakan diri-Nya dalam wujud manusia yang sehati seperasaan dengan manusia yang menderita dan bergelimang dosa. Dalam diri Yesus Allah merasakan diri-Nya sebagai manusia hanya Ia sendiri tidak berdosa.
Kisah sejarah keselamatan selalu mengandung ketegangan antara keselamatan itu sendiri dan dosa. Kisah penciptaan diwarnai dengan kisah jatuhnya Adam dan Hawa dalam dosa. Mereka yang diciptakan hidup damai di Taman Firdaus harus mengalami penderitaan dan kesengsaraan karena manusia pertama itu jatuh dalam dosa. Dosa yang diperbuat oleh Adam dan Hawa ini menjadi dosa asal yang harus ditanggung semua keturunan Adam sepanjang zaman.
Begitu pun kisah pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir yang dipimpin oleh Musa diwarnai dengan penenggelaman bangsa Mesir di Laut Merah yang mengejar bangsa Israel dan hendak menumpasnya. Pembebasan ini diwarnai dengan penumpasan bangsa Mesir yang memperbudak bangsa Israel. Begitu pula dalam Kitab Perjanjian Baru kisah kelahiran Yesus pun diwarnai dengan kejadian ironis yang saling bertolak belakang.









