Negara Tidak Runtuh oleh Kritik

oleh -112 views

Kisah Qorun melengkapi potret kezaliman dari sisi ekonomi. Qorun menumpuk kekayaan, merasa superior, dan menolak kebenaran dengan dalih bahwa hartanya adalah hasil kecerdikannya sendiri. Al-Qur’an menggambarkan kehancurannya sebagai peringatan bahwa akumulasi kekayaan tanpa keadilan sosial adalah bentuk kesombongan yang berujung kehancuran.

Ciri utama kekuasaan sewenang-wenang adalah penindasan dan kekerasan, baik fisik maupun struktural. Rakyat diperlakukan dengan tangan besi, aparat dijadikan alat represi, dan hukum dipakai untuk membungkam, bukan melindungi. Martabat manusia direduksi menjadi sekadar angka statistik atau objek kebijakan.

Konsekuensi dari kezaliman ini bersifat multidimensional. Secara teologis, Al-Qur’an menegaskan adanya azab Allah, baik di dunia maupun di akhirat, bagi pemimpin yang melampaui batas. Secara sosial-politik, kekuasaan zalim akan kehilangan legitimasi, menghadapi resistensi rakyat, dan pada akhirnya runtuh oleh kontradiksi internalnya sendiri.

Baca Juga  6 Hal yang Perlu Dipertimbangkan untuk Menemani Pasangan dari Nol

Secara hukum, negara yang membiarkan kekuasaan sewenang-wenang akan terjebak dalam krisis keadilan. Hukum tidak lagi dipercaya, kepatuhan publik menurun, dan konflik sosial meningkat. Negara memang masih berdiri secara administratif, tetapi runtuh secara normatif dan legitimasi—kehilangan alasan moral, hukum dan politik untuk ditaati.

No More Posts Available.

No more pages to load.