Nobar Film “Pesta Babi” di Ternate Angkat Isu Eksploitasi SDA dan Hak Masyarakat Adat

oleh -227 views
Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu eksploitasi sumber daya alam dan konflik hak masyarakat adat di Papua Selatan berlangsung di Yu’Caffe, Kelurahan Perumnas, Kecamatan Ternate Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Porostimur.com, Ternate — Kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang mengangkat isu eksploitasi sumber daya alam dan konflik hak masyarakat adat di Papua Selatan berlangsung di Yu’Caffe, Kelurahan Perumnas, Kecamatan Ternate Selatan, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan yang digagas sejumlah jurnalis ini menghadirkan berbagai kalangan, mulai dari praktisi hukum, akademisi lingkungan hidup, aktivis, hingga masyarakat umum. Diskusi usai pemutaran film menjadi ruang refleksi bersama atas persoalan lingkungan dan keadilan sosial yang diangkat dalam film tersebut.

Soroti Keadilan Antargenerasi dan Kerusakan Lingkungan

Seorang akademisi lingkungan hidup dalam diskusi menilai film dokumenter Pesta Babi sebagai karya penting yang relevan bagi masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, hingga organisasi advokasi lingkungan.

Baca Juga  Kakek dari Bocah dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Jailolo Buka Suara

Menurutnya, film tersebut tidak hanya menyajikan dokumentasi visual, tetapi juga mengangkat prinsip keadilan antargenerasi—bahwa lingkungan hidup merupakan hak yang harus dijaga untuk generasi sekarang maupun mendatang.

“Bagi saya, film ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga lingkungan sebagai hak dasar, bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga bagi mereka yang akan mewarisi bumi ini nanti,” ujarnya.

Ia bahkan menyinggung putusan hukum bersejarah di Filipina pada 1993, ketika sekelompok anak menggugat pemerintah terkait perlindungan lingkungan dan memenangkan perkara tersebut, yang kemudian menjadi rujukan internasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.