“Budaya koruptif ini harus kita hilangkan jauh-jauh dan sifat kejujuran harus kita tanamkan di dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga kita bisa menjadi pribadi yang baik,” pintanya.
Ia mengungkapkan, Polri kini terus berbenah dan meminimalisir terjadinya tindakan korupsi. Ini dilakukan dengan berkordinasi bersama inspektorat maupun lembaga terkait lainnya di wilayah Maluku.
“Rekan-rekan mahasiswa punya peran penting dalam penanganan korupsi karena mahasiswa adalah calon pemimpin dan harus menjadi pemimpin yang punya hati,” harapnya.
Selain itu, Wakapolda juga berharap mahasiswa dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung lingkungan yang bebas korupsi. “Ini harus dimulai dari diri sendiri dan melakukan komunikasi terkait adanya dugaan korupsi tanpa harus berdemo. Sehingga kita berharap korupsi dapat dicegah sehingga mahasiswa bisa menjadi agen perubahan,” pintanya.
Senada dengan Wakapolda Maluku, Novel Baswedan mengatakan korupsi saat ini menjadi salah satu masalah yang serius, dan harus menjadi perhatian bersama termasuk para mahasiswa.
“Korupsi harus menjadi perhatian mahasiswa juga karena dengan peran mahasiswa yang efektif sangat berpengaruh dalam penanganan korupsi,” pintanya.
Berbicara persoalan korupsi, Novel mengaku para mahasiswa harus paham benar terkait perkara tersebut. Korupsi merupakan tindakan mengambil keutungan dari bukan haknya, dan secara langsung merugikan keuangan negara. Bahkan dapat berdampak luas kepada masyarakat.









