Porostimur.com | Port Moresby: Papua Nugini buka suara terkait kondisi di Papua. Menteri Luar Negeri Soroi Eoe mengatakan kepada parlemen negaranya pada Selasa (2/9) bahwa apa yang terjadi di Papua merupakan “situasi menyedihkan”.
Ia meminta negaranya untuk berhati-hati dalam merespons mengingat letak geografis Papua Nugini dan Papua yang sangat berdekatan.
Sejumlah media yang melaporkan langsung atau mendapatkan sumber dari warga di Papua, seperti Al Jazeera maupun suarapapua.com, menyebutkan bentrokan dengan aparat hingga kini menyebabkan setidaknya tujuh nyawa warga sipil melayang, lalu ada satu anggota TNI AD yang juga tewas.
Seperti dilaporkan idntimes, media Selandia Baru, RNZ, Soroi menilai persoalan Papua sebaiknya dibawa ke Komisioner HAM PBB untuk segera dibicarakan.
Ia menyinggung langkah yang diambil sesama negara Kepulauan Pasifik, Vanuatu, yang bahkan dengan terang-terangan mendorong upaya kemerdekaan Papua.
Hanya saja, Soroi berharap pemerintahnya tidak gegabah. “Vanuatu telah mengambil langkah tapi Papua Nugini harus sangat berhati-hati terkait bagaimana kita membicarakan isu tersebut sebab ada fakta bahwa kita berbagi perbatasan. Di satu sisi adalah West Papua, di sisi lain adalah Papua Nugini. Jadi, tanggung jawab pertama kita adalah terhadap rakyat kita sendiri,” ucapnya.




