“Mari bersama sama untuk kita menang, memimpin halbar,” pintanya.
Senada disampakan Bacabup Iskandar Idrus, bahwa dirinya memilih berpasangan dengan Lusiana maju pilkada halbar karena memiliki searah memiliki niat yang ikhlas membangun halbar yang lebih baik ke depan.
Menurut Iskandar, problematika dihalbar haru dapat diselesaikan memulainya menggunakan data, melalui dengan melakukan inventarisasi, perbaikan data untuk semua maslah dengan mengundang indikator, memiliki Bank Data.
“Tapi hari ini Pemda belum punya satu bank data yang riil. Contoh berapa rumah di Desa Hatebcra ini yang belum punya WC? Kira-kira pemda tau nggak. Berapa jalan yang ada di Kusumadehe belum setapak datanya ada di pemda atau tidak? Ada berapa meter saluran (got) air belum ada di desa apakah data di pemda ada apa tidak ? Apakah ada rumah di Desa Hatebcra ini belum gunakan air PDAM ada data tidak?,” ujar Bacabup Iskandar. Menambahkan, pemda tidak punya data.
Iskandar bilang, dengan Bank Data inilah dapat melakukan perubahan, penyusunan bersama DD/ADD, APBD Kabupaten dan APBD Provinsi yang diprioritas pemerintah pusat. Sehingga setiap tahun alokasi Dana Khusus (DAK) dan DID dari pempus tidak menurun.
“Tapi basisnya harus dengan data masalah. Kalau tidak ada data, salah satu konsekuensinya adalah alokasi APBN menjadi kurang di Halbar. Alokasi DAK sangat sedikit, DID menjadi tidak ada. Itu problem dasarnya adalah soal data. Selain data yang tidak komplit juga soal kemampuan negosiasi kepala daerah di pusat,” jelasnya.









