Pattimura Muda: Kisah Pencarian Firdaus, Pendaki yang Hilang di Gunung Binaiya

oleh -416 views

Oleh: Khairuz Salampessy, Pegiat lingkungan

Pencarian tahap kedua untuk Firdaus Ahmad Fauzi, pendaki berusia 27 tahun asal Cibeureum, Cibungbulang, Bogor, kembali dimulai. Dalam pencarian sebelumnya, tim menemukan tanda-tanda yang diyakini milik korban. Bekas bungkus rokok, puntung rokok yang tertinggal, serta jejak kaki yang samar di atas tanah Binaiya. Sinyal-sinyal itu menjadi petunjuk dan pelita kecil yang tetap dipegang erat oleh teman-teman relawan yang menolak menyerah.

Namun langkah pencarian sempat terhenti. Kepala Balai Taman Nasional Manusela “Deny Rahadi” sebagaimana dilansir dari salah satu media online, menyampaikan kepada pihak keluarga untuk mengikhlaskan, bahkan menyatakan bahwa BTN Manusela tidak lagi bertanggung jawab atas kelanjutan pencarian. Padahal, keluarga Firdaus telah menempuh perjalanan panjang dari Bogor, Jawa Barat, membawa harapan yang dititipkan dalam peluk dan airmata.

Di tengah kekecewaan itu, justru cahaya muncul dari ketulusan. Para relawan tak patah arang. Atas nama kemanusiaan, mereka menggelar aksi jalanan, menggalang dana dari rakyat untuk rakyat. Tanpa birokrasi yang berbelit, tanpa anggaran besar, hanya dengan cinta dan niat yang teguh, mereka bergerak. Atas nama kemanusiaan!.

Dukungan pun datang dari berbagai penjuru. Wakil Bupati Maluku Tengah Mario Lawalata, turun langsung, bahkan ikut dalam prosesi adat pencarian. Ibu Saadia Uluputty, anggota DPR RI asal Maluku, bersuara lantang bahwa BTN Manusela tidak boleh cuci tangan. Dari DPRD Provinsi Maluku Sukri Wailisa ikut mendesak agarBTN Manusela tetap terlibat penuh dalam proses ini.

Baca Juga  Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi, Evakuasi Pendaki Tewas di Gunung Dukono Tertunda

Masyarakat pesisir Desa Binaiya menunjukkan sikap luar biasa. Mereka ikut terjun ke medan pencarian, tak kenal lelah, tak kenal pamrih. Ini adalah potret sejati semangat Maluku. Tamu adalah saudara, dan kemanusiaan adalah kompas utama.

Apa yang terjadi bukan hanya perjuangan mencari satu jiwa yang hilang, tapi juga kemenangan dalam mematahkan ego dan aturan yang berbelit. Relawan dan masyarakat telah membuktikan bahwa cinta dan kepedulian jauh lebih kuat dari apapun.

Terima kasih kepada Wakil Bupati Maluku Tengah, kepada Ibu Saadia Uluputty, kepada para anggota DPRD kabupaten dan provinsi, kepada media yang terus menyuarakan kabar, dan yang paling dalam : Terima kasih kepada relawan-relawan yang hingga hari ini masih menjejakkan kaki di hutan Manusela demi harapan. Kalian adalah Pattimura – Pattimura baru di zaman ini. Kami yang terus mengikuti lewat berita dan media sosial benar – benar menaruh rasa bangga.

Mari kita doakan, semoga Firdaus dapat segera ditemukan, dalam keadaan apa pun. Karena di balik semua ini, telah lahir Patimura muda. Sebuah kisah tentang bagaimana cinta, keberanian, dan solidaritas tumbuh kuat di tanah Maluku.

Masohi, 14 Mei 2025

Porostimur.com, Ambon – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon

Baca Juga  Inikah Skutik Bongsor Suzuki Bakal 'Pembunuh' Nmax-PCX?

Dr. Shashank Vikram, Consul General of India di Bali berkunjung ke Universitas Pattimura, Kamis, 8 Mei 2025. Kunjungan ini diterima langsung oleh Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Ketua International Office Unpatti, beserta staf IO, Sub Koordinator Kerja sama dan Sub Koordinator Humas, di Ruang kerja Rektor.

Dalam kunjungannya, Dr. Shashank Vikram menyampaikan bahwa ia sangat senang, untuk pertama kalinya bisa datang ke Ambon. Tujuan kedatangannya adalah karena ia melihat bahwa India dan Indonesia khususnya Ambon banyak memiliki kesamaan dan keragaman terlebih khusus dalam hal pendidikan, kebudayaan dan seni.

Lanjutnya, pihak Consul General India di Bali akan memfasilitasi Universitas Pattimura untuk melakukan kerja sama yang tertuang dalam MoU dengan berbagai universitas di India. Dalam kerjasama ini, beberapa program yang ditawarkan yakni, short course selama 1-2 bulan, beasiswa penuh untuk melanjutkan Pendidikan S2 dan S3, pertukaran staf/mahasiswa, serta pertukaran budaya dengan mengadakan international day. “Untuk pertukaran budaya yang nantinya akan dilakukan, kami menghadirkan tim tari india untuk secara langsung menampilkan tarian india dan juga memperkenalkan makanan khas India yang difasilitasi oleh pihak kedutaan,” ungkapnya.

Selain itu, ada juga program online training bagi dosen dan mahasiswa serta guest lecture dan pembentukan BHARAT CORNER yang akan sangat bermanfaat bagi Universitas Pattimura.

Baca Juga  Pesta Babi dan Suara yang Dibungkam

Rektor Universitas Pattimura dalam sambutan menyampaikan bahwa pihak Universitas Pattimura dengan senang menyambut tawaran kerja sama dari Consul General India di Bali. Rektor menjelaskan bahwa UNPATTI akan berupaya untuk melakukan sosialisasi kepada sivitas akademika universitas terkait berbagai program pendidikan dan kebudayaan di India. Terkait pertukaran staff dan short course, UNPATTI akan bekerja sama dengan beberapa lembaga dan unit kerja untuk mengimplementasikan program-program tersebut. Diharapkan MoU dapat direalisasikan secepatnya dan Bharat Corner dapat segera dibuka di Universitas Pattimura.

Pada kesempatan ini juga dilakukan diskusi terkait kolaborasi penelitian antara universitas Pattimura dengan universitas di India yang pernah dilakukan oleh Prof. Hendrik Elim dengan beberapa Profesor dari India menjadi penyunting tamu dalam buku Encyclopedia of Green Materials yang diterbitkan oleh Springer, Dimana penyunting utama adalah Prof. Chinnapan Baskar dari India.

Dalam kunjungan ini, Dr. Shashank Vikram menyumbangkan berbagai jenis buku tentang India kepada UNPATTI yang nantinya dapat diakses lewat Bharat Corner. (red)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.