Tagle dikenal progresif dalam isu-isu sosial dan pastoral. Ia secara terbuka mengkritik bahasa gereja yang mengucilkan komunitas LGBTQ, ibu tunggal, serta umat Katolik yang bercerai.

4. Kardinal Matteo Zuppi
Presiden Konferensi Waligereja Italia ini kerap disebut sebagai “kandidat pilihan Paus Fransiskus.” Zuppi (69 tahun) memiliki latar belakang kuat dalam diplomasi dan perdamaian, termasuk misi ke Ukraina dan Amerika Serikat.
Ia dikenal terbuka terhadap komunitas LGBTQ dan mendukung pendekatan pastoral yang lebih inklusif. Dalam buku Building a Bridge karya James Martin, ia menyatakan perlunya dialog dan pemahaman dalam gereja.
5. Kardinal Raymond Leo Burke
Dikenal sebagai suara tradisionalis dalam Gereja Katolik, Burke (lahir di Wisconsin, AS) sering berselisih pendapat dengan Paus Fransiskus dalam berbagai isu teologis dan sosial.
Ia menentang pemberian Ekaristi bagi politisi Katolik pendukung aborsi serta pasangan yang menikah kembali. Burke diangkat menjadi kardinal oleh Paus Benediktus XVI pada 2010 dan telah lama menjadi tokoh berpengaruh di kalangan konservatif.
Setelah Paus Fransiskus meninggal, Gereja Katolik menghadapi momen penting dalam menentukan arah baru. Siapa pun yang terpilih nantinya akan mewarisi tantangan besar dalam menjawab kebutuhan spiritual dan sosial umat Katolik di seluruh dunia.




